Tau nggak sih, meskipun cuma merokok dua batang sehari, dampaknya ke kesehatan tetap serius, loh. Banyak orang mengira jumlah sekecil itu aman, padahal penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi 2–5 batang rokok per hari tetap memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak merokok sama sekali. Hal ini terjadi karena zat berbahaya dalam rokok seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida tetap masuk ke tubuh dan perlahan merusak jantung serta pembuluh darah, walaupun jumlah rokok yang dihisap terbilang sedikit. Bahkan, merokok satu batang sehari saja sudah terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Johns Hopkins University di Amerika Serikat memantau kebiasaan merokok lebih dari 300.000 orang dewasa selama hampir 20 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang merokok dalam jumlah sedikit pun tetap memiliki risiko kesehatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang sama sekali tidak merokok. Temuan ini membuktikan bahwa tidak ada batas aman dalam kebiasaan merokok.
Analisis lebih lanjut dari studi tersebut juga menunjukkan bahwa sekadar mengurangi jumlah rokok yang dihisap tidak cukup untuk mengembalikan kesehatan ke kondisi normal. Risiko penyakit tetap tinggi meskipun konsumsi rokok dikurangi, sehingga strategi terbaik untuk melindungi kesehatan tetaplah berhenti merokok sepenuhnya, bukan hanya menguranginya sedikit demi sedikit.
Dampak merokok ini memang sering kali tidak langsung terasa. Kerusakan terjadi secara perlahan dan baru terlihat setelah bertahun-tahun, sehingga banyak orang merasa tubuhnya masih baik-baik saja. Padahal, tanpa disadari, kerusakan di dalam tubuh terus berjalan. Inilah yang membuat kebiasaan merokok sering diremehkan, meskipun risikonya nyata dan serius.
Selain berdampak pada diri sendiri, kebiasaan merokok juga dapat membahayakan orang lain, terutama keluarga dan orang-orang terdekat. Paparan asap rokok pada perokok pasif dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, penyakit jantung, bahkan kematian, khususnya pada anak-anak dan ibu hamil. Tanpa disadari, kebiasaan merokok bisa membuat orang yang kita sayangi ikut menanggung dampaknya.
Oleh karena itu, yuk mulai pertimbangkan untuk berhenti merokok dari sekarang. Menjaga kesehatan bukan hanya soal hidup lebih lama, tetapi juga tentang menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik. Dengan berhenti merokok, tubuh memiliki kesempatan untuk pulih, pernapasan menjadi lebih lega, dan risiko penyakit serius dapat berkurang.
Hal ini juga sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an:
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.”
(QS. Al-Baqarah: 195)
Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak melakukan kebiasaan yang dapat membahayakan diri sendiri. Menjaga kesehatan dengan berhenti merokok bukan hanya bentuk kepedulian terhadap tubuh, tetapi juga wujud rasa syukur atas nikmat kesehatan yang telah Allah berikan. Tubuh yang sehat adalah amanah yang harus dijaga sebaik mungkin.
Jadi, yuk mulai sekarang kita kurangi dan perlahan-lahan hentikan kebiasaan merokok. Berhenti merokok hari ini adalah langkah kecil yang bisa membawa perubahan besar untuk masa depan yang lebih sehat dan lebih berkualitas.
Penulis : Lissa Aprillia Nugraheni / Tobacco control, POKJA
Refrensi
Tasdighi, E., Yao, Z., Dardari, Z. A., Jha, K. K., Osuji, N., Rajan, T., et al. (2025).
Association between cigarette smoking status, intensity, and cessation duration with long-term incidence of nine cardiovascular and mortality outcomes: The Cross-Cohort Collaboration (CCC). PLOS Medicine, 22(11): e1004561. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1004561
ANTARA News. (2025, 20 November). Benarkah merokok dua batang/hari tingkatkan risiko kematian 60 persen?ANTARA News. https://www.antaranews.com/berita/5253889/benarkah-merokok-dua-batang-hari-tingkatkan-risiko-kematian-60-persen






























