TEGALHARJO – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tegalharjo terus berupaya mengembangkan kegiatan ekonomi umat melalui kolaborasi Kelompok Tani Sinar Mentari (KTSM) dengan Koperasi Punakawan Makmur Sejahtera (PSM) milik Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta. Kerja sama ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan usaha peternakan ayam sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi anggota.
Pertemuan yang berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, tersebut digelar di teras kebun KTSM, Kampung Kepunton, Kelurahan Tegalharjo. Dalam suasana santai dan penuh semangat kebersamaan, kedua pihak sepakat membangun usaha ternak ayam dengan pola kerja sama permodalan menggunakan akad musyarakah.
Dalam kesepakatan tersebut, Koperasi PSM menyediakan modal untuk pembangunan kandang dan pembelian ayam. Sementara itu, KTSM berperan dalam pengelolaan usaha peternakan melalui keterlibatan para anggotanya.
Keuntungan usaha disepakati dibagi dengan porsi 40 persen untuk Koperasi PSM. Menariknya, bagian keuntungan koperasi tersebut tidak langsung diambil, tetapi akan digunakan kembali untuk mengembangkan usaha hingga kapasitas kandang dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Skema ini diharapkan membuat usaha peternakan tumbuh secara bertahap tanpa harus terus-menerus bergantung pada tambahan modal dari luar.
Kolaborasi juga membuka kesempatan bagi anggota KTSM untuk bergabung menjadi anggota Koperasi PSM. Simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela anggota selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasional usaha peternakan sesuai dengan ketentuan dan kesepakatan koperasi.
Selain mengandalkan modal koperasi dan anggota, kerja sama ini juga membuka peluang bagi pihak ketiga yang ingin ikut berpartisipasi dalam penyertaan modal.
Dengan pola tersebut, usaha ternak ayam diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan produktif kelompok, tetapi juga menjadi sarana belajar bersama dalam mengelola usaha, membangun budaya menabung, dan memperkuat gotong royong ekonomi.
Ke depan, setelah kebutuhan ayam untuk usaha bersama terpenuhi melalui permodalan koperasi dan anggota KTSM, anggota juga diharapkan memiliki kesempatan untuk memelihara ayam secara mandiri.
“Harapannya, kegiatan ini bukan sekadar membangun kandang dan memelihara ayam. Lebih dari itu, kita ingin anggota KTSM bisa semakin mandiri, termasuk dalam memenuhi kebutuhan protein keluarga dari telur ayam segar,” demikian semangat yang ingin diwujudkan melalui kolaborasi tersebut.
Bagi PRM Tegalharjo, kerja sama ini menjadi salah satu bentuk nyata dakwah yang tidak berhenti pada kegiatan pengajian, tetapi juga menyentuh kebutuhan ekonomi dan kesejahteraan warga. Kebun KTSM yang selama ini dikembangkan melalui kegiatan pertanian dan hidroponik kini mulai diarahkan menjadi pusat kegiatan ekonomi produktif yang lebih beragam.
Mahasiswa Ners Ikut Benahi Kebun KTSM
Di tengah pembahasan kerja sama peternakan, kegiatan Ahad di kebun KTSM juga diisi dengan aksi gotong royong bersama mahasiswa program Ners Universitas ‘Aisyiyah yang sedang berkegiatan di Kelurahan Tegalharjo.
Di bawah arahan koordinator kebun, Tri Murjoko, para mahasiswa turut membantu membenahi tata letak dan lanskap kebun agar kegiatan penanaman serta pemeliharaan tanaman menjadi lebih efektif.
“Hari ini mahasiswa diarahkan Mas Tri Murjoko untuk mengubah lanskap kebun agar proses penanaman dan pemeliharaan lebih efektif,” kata Ali Nur Syam Hidayat, yang memimpin kegiatan kebun pada Ahad tersebut.
Kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan dan perapian area kebun, relokasi tanaman dalam pot, serta optimalisasi sirkulasi instalasi hidroponik. Penataan ini diharapkan membuat kebun lebih rapi, mudah dirawat, dan mampu mendukung produktivitas tanaman.
Keterlibatan mahasiswa juga menambah semarak kegiatan gotong royong di kebun. Selain mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat, mereka turut berkontribusi dalam pengembangan lingkungan produktif yang dikelola warga.
Melalui dua kegiatan tersebut, PRM Tegalharjo berupaya mengembangkan kebun KTSM sebagai ruang kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari kelompok tani, koperasi, mahasiswa, hingga masyarakat, semuanya diharapkan dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Dengan semangat kebersamaan, KTSM diharapkan tumbuh bukan hanya sebagai kelompok pertanian, melainkan juga sebagai salah satu penggerak kemandirian ekonomi umat di lingkungan Tegalharjo.
























