• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Berkemajuan
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
  • News
    PRM Tegalharjo Kolaborasikan KTSM dan Koperasi PSM MUI Surakarta, Dorong Kemandirian Ekonomi Umat

    PRM Tegalharjo Kolaborasikan KTSM dan Koperasi PSM MUI Surakarta, Dorong Kemandirian Ekonomi Umat

    Daurah Tahfidz Camp Muhjitos perkuat Hafalan, Karakater, Dan Kebersamaan di Alam Terbuka

    Daurah Tahfidz Camp Muhjitos perkuat Hafalan, Karakater, Dan Kebersamaan di Alam Terbuka

    Keadilan yang Terlalu Mahal bagi Orang Miskin: Refleksi Akhir Tahun

    Keadilan yang Terlalu Mahal bagi Orang Miskin: Refleksi Akhir Tahun

    KOPMA UMS Gelar Seminar Nasional 2025, Hadirkan Praktisi untuk Tebarkan Semangat Wirausaha Berbasis Nilai Islam

    KOPMA UMS Gelar Seminar Nasional 2025, Hadirkan Praktisi untuk Tebarkan Semangat Wirausaha Berbasis Nilai Islam

    Cronbach’s Alpha Dianggap Usang, Prof. Ramayah Serukan Reformasi Metodologi Riset

    Cronbach’s Alpha Dianggap Usang, Prof. Ramayah Serukan Reformasi Metodologi Riset

    PonpesMu Manafi’ul ‘Ulum Sambi Tebar 1.000 Bibit Cabai dan Terong pada Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah Boyolali

    PonpesMu Manafi’ul ‘Ulum Sambi Tebar 1.000 Bibit Cabai dan Terong pada Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah Boyolali

  • Insight
    Rokok Bukan Solusi Stres: Rokok sebagai Pemicu Hipertensi Dini

    Merokok Gaya Timur di Era Modern Dalam: “Evaluasi Kritis Penggunaan Shisha dalam Bingkai Maqāṣid al-Syarīʿah dan Dampak Negatif-Nya Menurut WHO”

    Mengapa Agama Harus Berpihak pada yang Lemah, Bukan yang Berkuasa

    Ketika Manusia Jatuh Berkali-Kali, Tuhan Masih Berkata: “Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah”

    Kentut Digital: Jejak Kecil di Dunia Maya yang Baunya Bisa Abadi

    Kentut Digital: Jejak Kecil di Dunia Maya yang Baunya Bisa Abadi

    Menggali Hikmah di Balik Volatilitas: Perspektif Muhammadiyah tentang Aset Kripto di Era Digital

    Menggali Hikmah di Balik Volatilitas: Perspektif Muhammadiyah tentang Aset Kripto di Era Digital

    Bukan Rusak, Tapi Lelah: Fenomena Brainrot dalam Psikologi dan Al-Qur’an

    Bukan Rusak, Tapi Lelah: Fenomena Brainrot dalam Psikologi dan Al-Qur’an

    Pendidikan Tanpa Etika, Melahirkan Pintar tapi Tak Peka

    Pendidikan Tanpa Etika, Melahirkan Pintar tapi Tak Peka

  • Tajdid
    • All
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    PRM Tegalharjo Kolaborasikan KTSM dan Koperasi PSM MUI Surakarta, Dorong Kemandirian Ekonomi Umat

    PRM Tegalharjo Kolaborasikan KTSM dan Koperasi PSM MUI Surakarta, Dorong Kemandirian Ekonomi Umat

    Menggali Hikmah di Balik Volatilitas: Perspektif Muhammadiyah tentang Aset Kripto di Era Digital

    Menggali Hikmah di Balik Volatilitas: Perspektif Muhammadiyah tentang Aset Kripto di Era Digital

    Pendidikan Tanpa Etika, Melahirkan Pintar tapi Tak Peka

    Pendidikan Tanpa Etika, Melahirkan Pintar tapi Tak Peka

    Gaji UMR, Mentalnya Miliarder

    Gaji UMR, Mentalnya Miliarder

    Nilai Naik, Mutu Turun? Catatan Akhir Tahun Dunia Pendidikan Kita

    Nilai Naik, Mutu Turun? Catatan Akhir Tahun Dunia Pendidikan Kita

    Program Anti-Bullying Hanya Wacana? Ketika Sekolah Tak Lagi Aman bagi Anak

    Program Anti-Bullying Hanya Wacana? Ketika Sekolah Tak Lagi Aman bagi Anak

    Trending Tags

    • Penelitian
    • Humaniora
    • Moderasi
    • Kabarmu
    • Risalah
  • Artikel
    Fenomena Vape di Kalangan Remaja: Gaya Hidup atau Bahaya Tersembunyi?

    Dilema Rokok Elektrik Dalam Perspektif Regulasi Kesehatan, Dinamika Sosial, dan Tinjauan Hukum Dalam Islam

    Rokok Bukan Solusi Stres: Rokok sebagai Pemicu Hipertensi Dini

    Merokok Gaya Timur di Era Modern Dalam: “Evaluasi Kritis Penggunaan Shisha dalam Bingkai Maqāṣid al-Syarīʿah dan Dampak Negatif-Nya Menurut WHO”

    Muhammadiyah di Mata Seorang Anak Muda yang Sering Dengar Keluhan Teman-Teman

    Mengapa Anak Muda Tak Lagi Takut Dosa, tetapi Sangat Takut Ketinggalan Tren?

    Socrates, Filsafat Yunani dan Dialektika

    Ketika Anak Sukses, tetapi Orang Tua Merasa Kehilangan Anak Mereka

    Sedikit Tahu Itu Lebih Berbahaya daripada Tidak Tahu Sama Sekali

    Doa yang Tidak Pernah Dikabulkan: Hikmah di Balik Penantian

    Lahir Diadzankan, Mati Diadzankan: Sebuah Cinta yang Sunyi dari Allah

  • Sejarah
  • Risalah
    Isra’ Mi’raj: Sejarah Penderitaan Nabi yang Jarang Diceritakan

    Isra’ Mi’raj: Sejarah Penderitaan Nabi yang Jarang Diceritakan

    Checkpoint Spiritual: Sholat Jumat dan Laki-Laki dalam Ritme Peradaban

    Checkpoint Spiritual: Sholat Jumat dan Laki-Laki dalam Ritme Peradaban

    Redefinisi Hijrah Populer

    Redefinisi Hijrah Populer

    Mengungkap Dua Al-Masih: Isa sang Penyelamat, Dajjal sang Pendusta

    Mengungkap Dua Al-Masih: Isa sang Penyelamat, Dajjal sang Pendusta

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
  • News
    PRM Tegalharjo Kolaborasikan KTSM dan Koperasi PSM MUI Surakarta, Dorong Kemandirian Ekonomi Umat

    PRM Tegalharjo Kolaborasikan KTSM dan Koperasi PSM MUI Surakarta, Dorong Kemandirian Ekonomi Umat

    Daurah Tahfidz Camp Muhjitos perkuat Hafalan, Karakater, Dan Kebersamaan di Alam Terbuka

    Daurah Tahfidz Camp Muhjitos perkuat Hafalan, Karakater, Dan Kebersamaan di Alam Terbuka

    Keadilan yang Terlalu Mahal bagi Orang Miskin: Refleksi Akhir Tahun

    Keadilan yang Terlalu Mahal bagi Orang Miskin: Refleksi Akhir Tahun

    KOPMA UMS Gelar Seminar Nasional 2025, Hadirkan Praktisi untuk Tebarkan Semangat Wirausaha Berbasis Nilai Islam

    KOPMA UMS Gelar Seminar Nasional 2025, Hadirkan Praktisi untuk Tebarkan Semangat Wirausaha Berbasis Nilai Islam

    Cronbach’s Alpha Dianggap Usang, Prof. Ramayah Serukan Reformasi Metodologi Riset

    Cronbach’s Alpha Dianggap Usang, Prof. Ramayah Serukan Reformasi Metodologi Riset

    PonpesMu Manafi’ul ‘Ulum Sambi Tebar 1.000 Bibit Cabai dan Terong pada Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah Boyolali

    PonpesMu Manafi’ul ‘Ulum Sambi Tebar 1.000 Bibit Cabai dan Terong pada Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah Boyolali

  • Insight
    Rokok Bukan Solusi Stres: Rokok sebagai Pemicu Hipertensi Dini

    Merokok Gaya Timur di Era Modern Dalam: “Evaluasi Kritis Penggunaan Shisha dalam Bingkai Maqāṣid al-Syarīʿah dan Dampak Negatif-Nya Menurut WHO”

    Mengapa Agama Harus Berpihak pada yang Lemah, Bukan yang Berkuasa

    Ketika Manusia Jatuh Berkali-Kali, Tuhan Masih Berkata: “Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah”

    Kentut Digital: Jejak Kecil di Dunia Maya yang Baunya Bisa Abadi

    Kentut Digital: Jejak Kecil di Dunia Maya yang Baunya Bisa Abadi

    Menggali Hikmah di Balik Volatilitas: Perspektif Muhammadiyah tentang Aset Kripto di Era Digital

    Menggali Hikmah di Balik Volatilitas: Perspektif Muhammadiyah tentang Aset Kripto di Era Digital

    Bukan Rusak, Tapi Lelah: Fenomena Brainrot dalam Psikologi dan Al-Qur’an

    Bukan Rusak, Tapi Lelah: Fenomena Brainrot dalam Psikologi dan Al-Qur’an

    Pendidikan Tanpa Etika, Melahirkan Pintar tapi Tak Peka

    Pendidikan Tanpa Etika, Melahirkan Pintar tapi Tak Peka

  • Tajdid
    • All
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    PRM Tegalharjo Kolaborasikan KTSM dan Koperasi PSM MUI Surakarta, Dorong Kemandirian Ekonomi Umat

    PRM Tegalharjo Kolaborasikan KTSM dan Koperasi PSM MUI Surakarta, Dorong Kemandirian Ekonomi Umat

    Menggali Hikmah di Balik Volatilitas: Perspektif Muhammadiyah tentang Aset Kripto di Era Digital

    Menggali Hikmah di Balik Volatilitas: Perspektif Muhammadiyah tentang Aset Kripto di Era Digital

    Pendidikan Tanpa Etika, Melahirkan Pintar tapi Tak Peka

    Pendidikan Tanpa Etika, Melahirkan Pintar tapi Tak Peka

    Gaji UMR, Mentalnya Miliarder

    Gaji UMR, Mentalnya Miliarder

    Nilai Naik, Mutu Turun? Catatan Akhir Tahun Dunia Pendidikan Kita

    Nilai Naik, Mutu Turun? Catatan Akhir Tahun Dunia Pendidikan Kita

    Program Anti-Bullying Hanya Wacana? Ketika Sekolah Tak Lagi Aman bagi Anak

    Program Anti-Bullying Hanya Wacana? Ketika Sekolah Tak Lagi Aman bagi Anak

    Trending Tags

    • Penelitian
    • Humaniora
    • Moderasi
    • Kabarmu
    • Risalah
  • Artikel
    Fenomena Vape di Kalangan Remaja: Gaya Hidup atau Bahaya Tersembunyi?

    Dilema Rokok Elektrik Dalam Perspektif Regulasi Kesehatan, Dinamika Sosial, dan Tinjauan Hukum Dalam Islam

    Rokok Bukan Solusi Stres: Rokok sebagai Pemicu Hipertensi Dini

    Merokok Gaya Timur di Era Modern Dalam: “Evaluasi Kritis Penggunaan Shisha dalam Bingkai Maqāṣid al-Syarīʿah dan Dampak Negatif-Nya Menurut WHO”

    Muhammadiyah di Mata Seorang Anak Muda yang Sering Dengar Keluhan Teman-Teman

    Mengapa Anak Muda Tak Lagi Takut Dosa, tetapi Sangat Takut Ketinggalan Tren?

    Socrates, Filsafat Yunani dan Dialektika

    Ketika Anak Sukses, tetapi Orang Tua Merasa Kehilangan Anak Mereka

    Sedikit Tahu Itu Lebih Berbahaya daripada Tidak Tahu Sama Sekali

    Doa yang Tidak Pernah Dikabulkan: Hikmah di Balik Penantian

    Lahir Diadzankan, Mati Diadzankan: Sebuah Cinta yang Sunyi dari Allah

  • Sejarah
  • Risalah
    Isra’ Mi’raj: Sejarah Penderitaan Nabi yang Jarang Diceritakan

    Isra’ Mi’raj: Sejarah Penderitaan Nabi yang Jarang Diceritakan

    Checkpoint Spiritual: Sholat Jumat dan Laki-Laki dalam Ritme Peradaban

    Checkpoint Spiritual: Sholat Jumat dan Laki-Laki dalam Ritme Peradaban

    Redefinisi Hijrah Populer

    Redefinisi Hijrah Populer

    Mengungkap Dua Al-Masih: Isa sang Penyelamat, Dajjal sang Pendusta

    Mengungkap Dua Al-Masih: Isa sang Penyelamat, Dajjal sang Pendusta

No Result
View All Result
berkemajuan.id
No Result
View All Result
Home Artikel

MBG: Makan Gratis atau Bom Waktu Nasional?

Zulkifli Maharibe by Zulkifli Maharibe
October 14, 2025
MBG: Makan Gratis atau Bom Waktu Nasional?
Share on FacebookShare on Twitter

Suara riuh tawa anak-anak di sekolah dasar mendadak berubah jadi jeritan panik. Puluhan siswa terkapar di halaman sekolah, sebagian muntah, sebagian pusing, setelah menyantap makan siang gratis dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat itu bukan kejadian tunggal. Sejak awal peluncuran, lebih dari 6.000 anak di 10 provinsi dilaporkan mengalami gejala keracunan massal.

Program yang sejak awal dielu-elukan sebagai “investasi masa depan bangsa” kini justru menghadapi ujian kepercayaan publik. Pertanyaan kunci pun muncul: apakah MBG benar-benar solusi gizi, atau sekadar proyek populis yang tergesa dan mengancam masa depan?

Janji Besar, Realitas Pahit

Presiden Prabowo Subianto berulang kali menyebut MBG sebagai program kebanggaan pemerintahannya. Targetnya mencengangkan: 82,9 juta penerima mulai dari siswa sekolah dasar hingga ibu hamil. Anggaran awal Rp 71 triliun untuk 2025, melonjak hingga Rp 335 triliun pada 2026, hampir setara dengan 44 persen dari dana pendidikan nasional.

Di atas kertas, ambisi ini terdengar heroik. Indonesia masih bergulat dengan angka stunting tinggi, sekitar 21,5 persen anak balita. Memberikan makanan sehat tiap hari tentu bisa menjadi jalan pintas. Tapi di lapangan, janji itu mudah runtuh. Distribusi tidak merata, menu seadanya, dan kasus keracunan membuat publik bertanya: apakah negara sedang memberi gizi atau memberi racun?

Skandal Wadah dan Higienitas

Selain keracunan, masalah lain menimpa dapur MBG: food tray impor yang dipakai di ribuan sekolah ternyata tidak sesuai standar. YLKI mengungkap banyak wadah menggunakan stainless steel murahan (tipe 201), rawan melepaskan logam berat ke makanan. Ironisnya, sebagian tray tetap diberi label “food grade” dan beredar tanpa sertifikasi SNI.

Di sisi lain, BPOM menemukan dapur MBG sering abai pada standar higienitas. Bahan basi, sayuran layu, hingga daging ayam yang kurang matang menjadi faktor utama banyaknya kasus keracunan. Pemerintah memang sudah menginstruksikan setiap dapur menyimpan sampel makanan selama 48 jam untuk investigasi, tapi apakah langkah reaktif ini cukup?

Anggaran yang Melahap Pendidikan

Bagi banyak pakar pendidikan, masalah paling serius bukan hanya soal keracunan, melainkan soal prioritas nasional. Alokasi Rp 335 triliun untuk MBG tahun depan berarti sebagian besar anggaran pendidikan tersedot ke urusan makan siang.

Padahal konstitusi jelas: minimal 20 persen APBN untuk pendidikan harus digunakan membangun kualitas guru, fasilitas sekolah, kurikulum, dan akses belajar. Bagaimana jika dana raksasa itu justru membuat aspek inti pendidikan terpinggirkan? Seperti kata seorang akademisi, “Anak kenyang tapi bodoh bukan tujuan pendidikan.”

Ketidakadilan di Lapangan

ICW menemukan fakta mengejutkan: beberapa sekolah yang dulu menjadi pilot project MBG justru tidak lagi kebagian saat program meluas. Tidak ada kejelasan kriteria distribusi. Di sekolah luar biasa (SLB), anak-anak difabel diberi menu yang sama dengan siswa reguler, tanpa penyesuaian gizi dan kebutuhan khusus.

Di desa-desa terpencil, dapur MBG kerap tidak beroperasi karena distribusi logistik macet. Ironinya, justru anak-anak di wilayah 3T yang paling membutuhkan asupan bergizi.

Trauma di Bangku Sekolah

Keracunan massal menimbulkan efek psikologis serius. Banyak siswa kini menolak makan dari MBG, meski perut lapar. Di beberapa sekolah, kantin lokal kehilangan pembeli karena orang tua takut mencampur makanan dengan jatah MBG. Bukannya menjadi berkah, MBG justru menghadirkan trauma baru: anak-anak yang seharusnya belajar dengan tenang malah waswas setiap jam makan siang tiba.

Seorang guru di Sukoharjo berkata lirih: “Anak-anak kami jadi takut makan. Mereka lebih memilih tidak makan sama sekali daripada muntah bersama-sama.”

Kritikus menyebut MBG sebagai bentuk populisme gastronomis: program besar yang lebih fokus pada angka penerima dan headline politik ketimbang hasil nyata. Pertanyaan mendasarnya: apakah tujuan program ini benar-benar menurunkan stunting, atau sekadar menunjukkan pemerintah “hadir” di piring rakyat? Hingga kini, belum ada data terbuka yang mengukur dampak MBG terhadap kesehatan gizi. Yang ada justru laporan keracunan dan pembengkakan anggaran.

Menu Perbaikan atau Menu Bencana?

Beberapa jalan keluar sudah diajukan pakar:

  1. Prioritaskan daerah stunting tinggi, bukan menyebar merata ke kota besar.
  2. Evaluasi kualitas gizi tiap menu, bukan sekadar jumlah porsi.
  3. Libatkan UMKM lokal agar dapur lebih dekat, segar, dan memberdayakan ekonomi desa.
  4. Buka data publik agar masyarakat bisa mengawasi langsung.
  5. Pastikan anggaran pendidikan tidak terkuras hanya untuk makan siang.

MBG lahir dari niat mulia: menghapus kelaparan, meningkatkan kualitas gizi, menyiapkan generasi emas 2045. Namun eksekusi sembrono bisa menjadikannya bom waktu fiskal dan kesehatan.

Sejarah mencatat, kebijakan populis sering kali manis di awal, tapi pahit di ujung. MBG bisa menjadi tonggak besar bangsa jika berani dibenahi dengan serius: kualitas dijaga, anggaran transparan, dan target tepat sasaran. Tapi jika tidak, ia hanya akan dikenang sebagai proyek raksasa yang memberi porsi gratis hari ini, tapi meninggalkan utang dan trauma esok hari.

Zulkifli Maharibe

Zulkifli Maharibe

Recommended.

Ketika Orangtua Sibuk Menuntut, Anak Sibuk Menyesuaikan: Luka Sunyi di Balik Prestasi”

Ketika Orangtua Sibuk Menuntut, Anak Sibuk Menyesuaikan: Luka Sunyi di Balik Prestasi”

July 11, 2025
Korupsi Bersarung Putih: Menelusuri Skandal yang Membungkus Agama

Korupsi Bersarung Putih: Menelusuri Skandal yang Membungkus Agama

August 28, 2025

Trending.

Rokok Bukan Solusi Stres: Rokok sebagai Pemicu Hipertensi Dini

Merokok Gaya Timur di Era Modern Dalam: “Evaluasi Kritis Penggunaan Shisha dalam Bingkai Maqāṣid al-Syarīʿah dan Dampak Negatif-Nya Menurut WHO”

September 22, 2026
Fenomena Vape di Kalangan Remaja: Gaya Hidup atau Bahaya Tersembunyi?

Dilema Rokok Elektrik Dalam Perspektif Regulasi Kesehatan, Dinamika Sosial, dan Tinjauan Hukum Dalam Islam

October 26, 2026
Ritual Tanpa Ruh: Saat Ibadah Menjadi Formalitas dan Hati Kehilangan Arah

Ritual Tanpa Ruh: Saat Ibadah Menjadi Formalitas dan Hati Kehilangan Arah

October 20, 2025
Socrates, Filsafat Yunani dan Dialektika

Ketika Anak Sukses, tetapi Orang Tua Merasa Kehilangan Anak Mereka

August 9, 2026
Redefinisi Hijrah Populer

Redefinisi Hijrah Populer

June 28, 2025
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Call us: +6285234007456

© 2025 - berkemajuan.id - "Memajukan & Memanusiakan" by Rozaq

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Liputan Khusus
  • Infografis
  • Artikel
  • Insight
  • Tajdid
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Sosial
  • Photography
  • Risalah

© 2025 - berkemajuan.id - "Memajukan & Memanusiakan" by Rozaq